Thursday, July 23, 2015

Solusi Trouble Handle Pintu Kamar Hotel

Jika teman - teman pernah menginap di Hotel, pasti tahu bagaimana bentuk gagang/handle pintu kamar - kamar yang ada di hotel, apalagi yang kerja di Hotel di bagian per-handle-an. :D

Nah, seketika terjadi komplain dari salah satu kamar dikarenakan handle kamarnya bermasalah, indikasi nya antara lain :
  • Ketika setelah digesekkan keycard/kunci kartu, terlihat lampu merah menyala seperti di double lock. nah, kalo indikasi seperti ini, saya sudah berpikiran, switch double-lock nya sudah dol/longgar. 
  • dan setelah di lakukan pengecekan ternyata switch tersebut baik-baik saja
  • saya lakukan program dengan pengaturan baru, dan hasilnya masih seperti yang sebelumnya (masih bermasalah)
  • dan dilakukan cara : virgin mode
  • caranya : lepaskan batre dari kedudukannya selama 3-5 menit, aktifkan double-lock, 
  • Masuk menggunakan master pada FDU, trus tekan 8-1-7
  • 8-1-7 yaitu 8 = Prog. FDU/Lock, 1 = A lock, 7 = Electr. Override
  • dan Alhasil = handle kembali baik...oke gan.. :D
  • Jadi kesimpulannya " program telah menumpuk pada PCB, maka dari itu dilakukan Virgin mode(reset ulang PCB)

Wednesday, July 22, 2015

Tips Mengatasi Generic Host For Win32 Error (svchost.exe)

svchost-error
Beberapa hari yang lalu saya sering kena “Generic Host For Win32 error” dan kemudian koneksi internet terputus dan ngga’ bisa reconnect lagi, satu-satunya jalan harus restart komputer.
Tapi selang beberapa jam kejadiannya seperti itu terulang lagi, saya pikir sistemnya crash. Kemudian saya lakukan perbaikan dengan memakai norton utility (win doctor) dan scan dengan norton corporate antivirus serta xoftspy anti spyware. Ternyata ngga’ ada efeknya sama sekali dan masih juga sering keluar error svchost.exe nya.
Akhirnya setelah ngobok-obok google ketemu solusinya dan sampai sekarang ngga’ pernah keluar lagi pesan error Generic Host For Win32
Caranya manualnya sebagai berikut :
Buka registry editor, startrun – ketik regeditok
masuk ke HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Services\NetBT\Parameters, kemudian pada kolom sebelah kanan cari TransportBindName dan klik 2x
Setelah itu kosongin parameter pada Value data dan klik OK
Terakhir masuk ke HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\OLE, cari EnableDCOM pada kolom sebelah kanan dan klik 2x. Pada kolom parameter Value data secara default akan terisi Y, ganti Y menjadi N kemudian klik OK.
Tutup registry editor dan aplikasi lainnya kemudian restart
Cara yang di atas jika dipergunakan untuk jaringan lokal akan menemui beberapa kendala, soalnya port 445 dan 135 ditutup.
Cara kedua yang belum saya coba adalah dengan patch windows-nya dengan KB89439 dan KB921883
Update (12-2-2009) : KB958644
Catatan:
Setelah itu scan dan hapus “penyakit”nya dengan MalwareByte sampai bersih
Info tambahan : kunjungi microsoft help and support tentang permasalahan Generic Host Process for Win32 Services Error
Update 29-3-2010 : Mau menambahkan mengenai cara instalasi awal yang biasa saya lakukan, instalasi dengan memakai XP Pro SP2 (karena ngga’ punya yg SP3) kemudian setelah selesai patch dengan SP3 (SP3 untuk XP bisa download disini). Masih ditambah dengan security patch KB958644, Nah setelah proses patch selesai baru driver untuk PC/laptop saya install, kemdian anti virus dan anti malware. Langkah berikutnya saya menginstal modem dan dikoneksikan dengan internet untuk meng-update anti virus dan anti malware. Yang terakhir tinggal menginstall software-software yang diperlukan. Langkah-langkah tersebut sering dan masih saya pakai sampai sekarang dan ngga’ pernah bermasalah dengan error pada svchost.
Update 5-7-2011 : Proses mengatasi persoalan generic host diatas sudah diuji coba dan berhasil untuk sistem operasi Windows XP Home Edition dan Professional, sedangkan untuk Windows Server 2003 belum pernah dicoba. Beberapa rekan sempat menanyakan cara diatas tidak “mempan” untuk sistem operasi yang terakhir saya sebut, jika rekan-rekan pengguna Windows Server 2003 pernah mengalami permasalahan pada generic host dan mempunyai trik ampuh untuk mengatasinya sudilah untuk berbagi pengalaman, terima kasih sebelumnya.

Thursday, March 19, 2015

XP SP2: How to Turn Off the Data Execution Prevention feature (DEP)


No-Execute and Execute Protection are all names for Data Execution Prevention (DEP). This process feature increases security, but may cause problems with certain programs. This tutorial explains how to disable DEP when such problems occur.

Several OSs have No-Execute or Execute Protection. Microsoft has added this as well in SP2 with Data Execution Prevention (DEP). This presents code execution in memory regions already marked as storage. This is a powerful tool against buffer overrun exploits.
If a program is failing and you want to disable DEP to see if it is the cause, use the following steps. (Just disable DEP for the program in question. Do not disable it for your whole system.)
    1. Click Start.
    2. Select Control Panel.
    3. Select System.
    4. Click the Advanced tab.
    5. In the Performance region, select Settings.
    6. Click the Data Execute tab in the dialog box that opens.
    7. Select Turn on DEP for all programs and services except for those I select.
    8. Click Add.
    9. The open dialog box will open. Browse and select your application.
    10. Click Open
    11. Click Apply
    12. Click Ok
    13. Reboot

Lupa Password Administrator XP

1. Repair Windows-nya
2. Biarkan booting seperti biasa
3. Nanti akan ada setup otomatis dari windows
4. Sewaktu " Installing Devices ", Tekan Shift + F10
5. pada command prompt ketik NUSRMGR.CPL ( Muncul User Control GUI ) atau "control userpasswords2" ( untuk reset password )
6. Lalu Ikuti Deh Perintah Selanjutnya


link

Tuesday, September 30, 2014

Create Virtual Private Network (VPN) in My Mikrotik Router

Create VPN to Mikrotik
=================
> Masuk winbox
> Klik Menu PPP di menu bagian kiri
> Click PPTP server di bagian menu atas
> (v) Centang jadi enable

Klik tanda + (plus) Interface
trus,
1. Klik PPP > PPTP server > oke
2. Klik PPP > PPTP client > oke
> di PPTP client > klik di menu Dial Out
> isikan Connect To : IP public astinet (Mikrotik) yg disetting

Untuk mikrotik
> Isikan user : ex : ano, password : bla..bla..

Buat IP Pool
============
 > Name : vpn
 > Addresses : ex: (172.168.2.2-172.168.2.10)
 > Next Pool : none

Sebelumnya buat profil terlebih dahulu :
 > nama : ex(vpn)
 > Local address 192.168.2.1
 > remote address : ex:vpn (pilihannya dari IP Pool)


=>klik tab menu secret di menu PPP
trus > klik tanda +
isikan name, password, service(ex:pptp), profil vpn

Settingan Komputer yg akan digunakan untuk koneksi ke VPN
==========================================

WinXP
 > Create new connection, next
 > Connect to the network in my workplace, next
 > Virtual Private Network Connection, next
 > Type  the company name ex : tes atau MyOffice
 > Do not dial the initial connection, next
 > Isikan IP Public tujuan (IP Public Mikrotik)
 > Next,
 > Finish

Penjelasan, Fungsi, Cara Kerja VPN

VPN adalah singkatan Virtual Private Network, yaitu sebuah koneksi private melalui jaringan publik atau internet, virtual network berarti jaringan yang terjadi hanya bersifat virtual.. Private yaitu jaringan yang terbentuk bersifat private dimana tidak semua orang bisa mengaksesnya. Data yang dikirimkan terenkripsi sehingga tetap rahasia meskipun melalui jaringan publik. Jika menggunakan VPN kita seolah-olah membuat jaringan didalam jaringan atau biasa disebut tunnel. VPN menggunakan salah satu dari tiga teknologi tunneling yang ada yaitu: PPTP, L2TP dan standar terbaru,Internet Protocol Security (biasa disingkat menjadi IPSec). VPN merupakan perpaduan antara teknologi tunneling dan enkripsi.
Cara kerja VPN (dengan protokol PPTP) adalah sebagai berikut:

  • VPN membutuhkan sebuah server yang berfungsi sebagai penghubung antar PCServer VPN ini bisa berupa komputer dengan aplikasi VPN Server atau sebuah Router.
  • Untuk memulai sebuah koneksi, komputer dengan aplikasi VPN Client mengontak Server VPN, VPN Server kemudian memverifikasi username dan password dan apabila berhasil maka VPN Server memberikan IP Address baru pada komputer client dan selanjutnya sebuah koneksi / tunnel akan terbentuk.
  • Selanjutnya komputer client bisa digunakan untuk mengakses berbagai resource (komputer atau LAN) yang berada dibelakang VPN Server misalnya melakukan transfer data, ngeprint dokument, browsing dengan gateway yang diberikan dari VPN Server, melakukan remote desktop dan lain sebagainya.

Apakah Fungsinya VPN?
Teknologi VPN menyediakan tiga fungsi utama untuk penggunanya. Fungsi utama tersebut adalah sebagai berikut:
1. Confidentiality (Kerahasiaan)
Teknologi VPN memiliki sistem kerja mengenkripsi semua data yang lewat melaluinya. Dengan adanya teknologi enkripsi ini, maka kerahasiaan Anda menjadi lebih terjaga. Biarpun ada pihak yang dapat menyadap data Anda yang lalu-lalang, namun belum tentu mereka bisa membacanya dengan mudah karena memang sudah diacak. Dengan menerapkan sistem enkripsi ini, tidak ada satupun orang yang dapat mengakses dan membaca isi jaringan data Anda dengan mudah.
2. Data Integrity (Keutuhan Data)
Ketika melewati jaringan Internet, data Anda sebenarnya sudah berjalan sangat jauh melintasi berbagai negara. Di tengah perjalanannya, apapun bisa terjadi terhadap isinya. Baik itu hilang, rusak, bahkan dimanipulasi isinya oleh orang-orang iseng. VPN memiliki teknologi yang dapat menjaga keutuhan data yang Anda kirim agar sampai ke tujuannya tanpa cacat, hilang, rusak, ataupun dimanipulasi oleh orang lain.
3. Origin Authentication (Autentikasi Sumber)
Teknologi VPN memiliki kemampuan untuk melakukan autentikasi terhadap sumber-sumber pengirim data yang akan diterimanya. VPN akan melakukan pemeriksaan terhadap semua data yang masuk dan mengambil informasi source datanya. Kemudian alamat source data ini akan disetujui jika proses autentikasinya berhasil. Dengan demikian, VPN menjamin semua data yang dikirim dan diterima oleh Anda berasal dari sumber yang semestinya. Tidak ada data yang dipalsukan atau dikirimkan oleh pihak-pihak lain.
Demikianlah penjelasan singkat tentang VPN atau Virtual Private Network, Jika ingin mencoba VPN silahkan lihat postingan yang berjudul VPN Gratis Tanpa Software dan Registrasi.
Semoga bermanfaat serta dapat menambah wawasan kita semua.


Source

Link Terkait : Cara Membangun VPN ( Virtual Private Network ) via mikrotik

Monday, April 7, 2014

Restore Database di Terminal Linux menggunakan Xampp Sever


Hy agan-agan pecinta linux, berikut saya punya permasalahan dan solusi yang baru bagi saya, apalagi bermain di terminal linux,. :D .
Permalasahannya di import database/restore database, pastikan terlebih dahulu export/dump sql sukses, dan barulah di restore ke database lain. Nah, ketika saya akan merestore database, saya cari artikel di google terlebih dahulu dan semua tutorial sama, sama-sama menggunakan perintah : mysql -u root -p (nama_database) < /path/file.sql

Kemudian saya coba, dan perintah ini tidak jalan, dan saya tanya tmen, dengan cara, dengan menggunakan perintah yang lain, berikut langkah-langkahnya :
1. Pastikan sudah di posisi root " root@it-desktop:~# "
2. Pastikan file .sql direktori berada
3. Pindah ke direktori tempat file .sql yg mau di restore dengan perintah :
cd /home/it/Documents =>  enter
 root@it-desktop:/home/it/Documents#
4. Trus masuk ke sql, dengn perintah :
 /opt/lampp/bin/mysql -u root -p
5. Ketikkan perintah, show databases; => enter
6. Pastikan databases tempat import-nya
7. masuk ke databases tersebut, dengan perintah :
 use dbline; => enter , contoh
8. ketikkan perintah, source dbline.sql
 dbline itu nama file .sql yang terletak di direktori Documents tadi
9. oke.. import selesai..

Semoga membantu.. :-)