Sunday, June 19, 2016
Monday, May 23, 2016
Monday, April 25, 2016
Obat Herbal untuk Mengatasi Penyakit Ayam
Dewasa ini perkembangan penggunaan herbal tradisional untuk keperluaan
penyembuhan penyakit, sudah begitu familiar. Terutama untuk proses
penyembuhan penyakit manusia, sebab begitu beragam penyakit modern yang
tidak bisa di atasi, dengan penangganan keilmuan kedokteran.
Seandainya ingin di bahas seluruh herbal tradisional yang ada di bumi
Indonesia, maka cakupan keilmuaannya akan terlalu melebar, sebab
jumlahnya bisa ribuan jenis. Disini di batasi empat macam herbal
tradisional, sebenarnya masing-masing herbal tersebut mempunyai manfaat
sendiri-sendiri. Yang jika di padukan satu dengan lainnya merupakan
sinergi yang saling menguatkan fungsi penyembuhan.
Hanya sayangnya terkadang fungsi kegunaan, seringnya dipahami terlebih
dahulu oleh peneliti dari manca Negara yang begitu antusias, begitu
intens dengan di topang pendanaan berlimpah dan dukungan lembaga
pemerintahan yang bertanggungjawab, demi kemajuaan pengetahuaan dunia.
Untuk sementara, jangan berharap terlalu banyak dengan campur tangan
pemerintahan Indonesia saat ini ya, nangis sendiri nanti.
DAUN SIRIH
Daun sirih ( Piper Betle )banyak mengandung Atsiri Oil, satu diantara
komponen adalah Kavakrol bersifat Desinfektan dan anti jamur sehingga
bisa untuk Antiseptik pada saluran pencernaan. Unsur Eugenol dan
Metil-Eugenol berfungsi pengurangi rasa sakit. Sifat Anti Bakteri dapat
mengurangi rasa gatal dan merah berair pada mata.
KUNIR/ KUNYIT
Kunyit ( Curcuma Domestica ) Curcumin senyawa utama pada kunyit yang
berkhasiat untuk beragam penyakit,misalnya mengobati gangguan saluran
pencernaan, antiradang, antibakteri, antikanker, penurun kadar
kolesterol, membersihkan lemak pada saluran pembuluh darah.
TEMULAWAK
Temulawak ( Curcuma Xanthorrhiza ), mempunyai sifat Detoksifikasi/
mengeluarkan racun dan kontaminasi jamur Alfatoksis Flavus yang
mengendap dalam hati.Belum lagi membantu sekresi dari kerja pangkreas,
sehingga mampu mengoptimalkan metabolism pangkreas mengeluarkan Enzim
Amilase, Lipase, Protease. Kehadiran enzim-enzim ini membantu
meningkatkan penyerapan bahan pakan karbohidrat, protein dan lemak.
BROTOWALI
Rimpang brotowali (Tinospora Crispa) rasannya sangat pahit.Senyawa
Pikroretin pembawa rasa pahit banyak mengandung alkaloid, saponin,dammar
dan masih banyak lagi. Kalau cumapenyakit segala jenis cacing, pasti
hancur digempur sama Pikroretin.
a. Daun sirih 2 ons
b. Kunyit 2 ons
c. Temulawak 2 ons
d. Brotowali 2 ons
e. Air bersih 5 liter
Semua bahan herbal di cuci bersih, masukkan panci tambah air bersih 5
liter, masak hingga air mendidih. Di butuhkan waktu sekitar 30 menit.
Setelah dingin campur dengan jatah air minum ayam pada pagi hari saja,
untuk ayam sejumlah 500 ekor. Satu resep herbal ini bisa di pakai
sebanyak 3 kali pemasakan herbal/ tiga hari masa pakai pada pagi hari
saja. Setelah 3 hari pakai, herbal di buang diganti yang baru.Artinya
dalam satu minggu Cuma pakai campuran herbal 3 kali atau 3 hari saja.
Aplikasi herbal dapat di barengkan dengan Egg Stimulant/ Strong Egg,
tanpa mengurangi khasiat masing-masing. Yang saya terangkan di atas
untuk dosis pencegahan penyakit. Untuk dosis pengobatan penyakit akan
saya uraikan di bawah ini.
APLIKASI PENGOBATAN PENYAKIT
COCCIDIOSIS/ BERAK DARAH
Waktu yang di perlukan untuk menyembuhkan berak darah, sekitar 7 hari
sembuh, tanpa ada kematian sama sekali jika pakai herbal. Jika tidak
pakai herbal sembuh dalam 10 hari dengan tingkat kematian 10 – 15 %. Itu
pengalaman empiris yang saya alami sendiri. Dosis pengobatan air minum
100 % air godokan herbal di kombinasikan dengan obat COCY atau ANTICOCY
selama 7 hari.
SNOT/ CORIZA/ PILEK
Pilek hidung yang mengeluarkan air, yang lama kelamaan menggumpal
menutupi lubang hidung sembuh dalam 3 hari. Kepala bengkak kemerahan,
sembuh dalam 5 hari dengan tingkat kematian 0 %. Jika tidak pakai
herbal, sembuh dalam 10 hari dengan tingkat kematian 15 %.Pemakaian
herbal 100 % selama 5 hari di kombinasikan dengan obat kimia TRYMEZIN.
CRD (Chronis Respiratory Disease )/ NGOROK
CRD penyakit yang bersifat kronis, artinya gejala penyakit tidak
terlihat secara frontal, tapi akan muncul secara berlahan-lahan. Maka
peternak yang kurang teliti, sekali ke serang , ayam sudah dalam kondisi
accut. Sebenarnya untuk mendeteksi CRD sangat gampang sekali, masuk ke
kandang ayam pada malam hari, dengarkan ada tidak suara ngorok, batuk,
atau tercekik. Seandainya terdengar segera ambil tindakan, sebab
penyakit ini penyebaran cepat sekali. Waktu yang di butuhkan untuk
penyembuhan pakai herbal 7 hari sembuh.Air minum 100% herbal,kombinasi
obat NEO MEDITRIL.
KOLERA/ BERAK HIJAU
Warna kotoran dari kuning normal menjadi coklat akhirnya berwarna hijau.
Ujung-ujung jengger ke biruan dan pial bengkak merah kehitaman. Kondisi
ayam lemas tidak nafsu makan akhirnya mati. Penyembuhan penyakit ini
perlu waktu 7 – 8 hari, tingkat kematian 5% sebab penyakit ini bisa
bersifat kronis hingga accut/ ganas. Herbal tetap pakai 100% dan obat
KOLERIDIN.
CACING ASCARIS
Penyakit ini tidak menimbulkan kematian, hanya tampilan performans ayam
menjadi tidak menarik, bulu kering berdiri, muka pucat, berhenti
bertelur, mencret encer. Ayam sudah berproduksi jangan sekali-kali di
beri obat cacing kimiawi, efeknya produksi telur langsung droup. Dengan
herbal 100%, ayam sembuh dalam 3 hari, cacing ikut keluar bersama
keluarnya kotoran.
DIPTHERI/ CACAR
Penyakit ini ada 2 macam jenis, cacar luar dan cacar dalam. Cacar luar
bermula dari luka pada kulit yang tidak di tumbuhi bulu, bintik merah
berubah kuning menjadi hitam membesar. Cacar hitam kering di kelupas
diolesi godokan herbal, cacar luar 3 hari sembuh. Cacar dalam menyerang
selaput lendir lidah, mulut dan tenggorokan. Selaput lendir berwarna
kuning di dalam rongga mulut, bila di biarkan semakin membesar dan
menyumpal rongga mulut sehingga sulit bernapas. Gunakan air minum herbal
100% dalam 7 hari cacar dalam sembuh.
NCD/ TETELO, IB (INFEKSIUS BRONCHITIS), ASPERGILLOSIS, GUMBORO, EDS, ILT
Semua nama penyakit di atas,yang menurut ahli peternakan sekarang ini
belum bisa di sembuhkan, hanya bisa pencegahan lewat vaksin. Dapat di
atasi dengan ramuan herbal di atas, memang memerlukan waktu agak lama 15
hari tapi ayam sembuh. Prosesnya gimana saya juga tidak tahu, tapi ayam
sembuh. Selama 15 hari nonstop air minum herbal 100%, kombinasi obat
kimia DOCTRIL/ NEO MEDITRIL. Yang terpenting di sini, jangan mengobati,
usahakan tindakan pencegahan saja.
Kelima penyakit diatas kecuali Aspergillosis, merupakan penyakit penurun
produksi telur. Penanganan pencegahan sedini mungkin lebih di
utamakan.Penggunaan herbal mulai dari DOC hingga Afkir tidak
menimbulkan efek samping sama sekali.
(sumber: ternakmodren.blogspot.co.id)Cara Mengetahui Jenis Kelamin Anak Ayam
Mengetahui jenis kelamin anak ayam memang susah karen bentuk dan rupanya
sama persih, tapi kalau diteliti lebih lanjut ada perbedaan-perbedaan
antara jenis kelamin ayam jantan dan jenis kelamin ayam betina. Dalam
istilah peternakan, membedakan jenis kelamin anak ayam disebut chick
sexing. Proses menyeleksi jenis kelamin anak ayam ini pertama kali
ditemukan di Jepan pada tahun 1933 oleh Prof. Masui dan Hasimoto. Dalam
tujuan bisnis ternak ayam kampung chick sexing memiliki peranan penting
dalam sistem pemeliharaan ternak ayam. Membedakan jenis kelamin DOC umur
1 hari memang sangat sulit. Dengan sedikit kesabaran dan ketekunan
metode itu sangat mudah dan menarik untuk dilakukan. Berikut penjelasan
cara membedakan jenis kelamin ayam pada umur 1 hari tersebut.
Tujuan
Tujuan
- Mengetahui jenis kelamin bibit ayam kampung serta membedakan ayam berdasarkan pejantan dan betina.
- Manfaat
- Memberi perlakuan khusus terhadap pejantan dan betina
- Mengelompokkan ayam berdasar jenis kelamin
- Membuat rencana ternak berdasar jenis kelamin
- Menyeleksi ayam berdasar jenis kelamin pada umur 1 hari
Setelah mengetahui tujuan dan manfaat membedakan jenis kelamin anak ayam maka langkah selanjutnya adalah chick sexing tersebut. Menyeleksi anak ayam atau DOC umur 1 hari lebih sulit dibanding ayam dewasa. Maka dari itu penulis ingin berbagi tips chick sexing tersebut.
1. Vent Sexing
Vent sexing adalah membedakan jenis
kelamin berdasarkan lubang alat kelamin atau cloaca. Artinya kita harus
melihat jenis kelamin dari sana. Untuk calon pejantan memiliki tonjolan
seperti jerawat atau lubang jarum berwarna kuning, putih dan bahkan ada
yang hitam sedangkan untuk calon betina tidak ada. Sedangkan bagi betina
memiliki ovarium yang merupakan sel telur yang berbentuk seperti V.
Vent sexing sangat sulit dikarenakan membedakan tonjolan yang sangat
kecil. Namun bagi yang sudah berpengalaman maka vent sexing sangat
mudah.
Pada kenyataannya tonjolan calon pejantan kadang tidak ada dan untuk
betina malah ada tonjolan. Untuk itu mengapa peternakan besar yang
memiliki sexer (petugas seleksi jenis kelamin) tidak bisa menjamin 100%
ketepatan seleksi. Dengan metode ini masih menyisakan 5% ketidak pastian
jenis kelamin.
vent sexing2. Feather Sexing
Pada tahun 1969 metode membedakan jenis kelamin diperbaharui yaitu dengan Feather sexing yaitu menentukan jenis kelamin pada DOC dengan memperhatikan bagian tubuh ayam. Dalam hal ini adalah sayap pada anak ayam yaitu sayap primer dan sayap sekunder. Ayam betina lebih cepat tumbuh dari pada ayam pejantan. Sedangkan untuk calon pejantan biasanya lebih cepat besar. Dengan metode Feather sexing ini maka penyeleksian anak ayam akan lebih murah, mudah dan akurasi seleksi akan lebih tepat.
perbedaan pejantan dan betina
3. Alternatif Lain
Pada alternatif lain adalah menyeleksi bagi anak ayam yang masih ragu atas jenis kelamin tersebut. Alternatif yang digunakan adalah menunggu sampai tumbuh bulu secara penuh. Biasaya ayam yang berwarna mencolok akan menjadi pejantan. Itu sebabnya pejantan mempunyai warna yang beragam dari betina untuk menarik pasangannya. Seperti itulah salah satu cara beternak ayam kampung Anda tertarik bukan dengan warna bulu ayam kampung yang beragam? Itu sebabnya mengapa kita memilih ternak ayam kampung.
(sumber: ternakmodren.blogspot.co.id)
Subscribe to:
Posts (Atom)

